Entah sebuah rasa
apa ini. Rasa yang bisa di bilang sering ku rasakan. Tapi, kali ini sangat berbeda. Rasa yang
menusuk, rasa yang kian hari makin membara. Inikah cinta? ah, entahlah!
Cinta itu memang
jelas Fithrah dari Allah SWT. bagaimana kitanya saja yang membawa fithrah itu
ke jalan benarkah atau ke jalan salahkah?
Aku merasakan ada
hal yang aneh. Hal yang sulit ku ungkapan. Tapi aku pun takut, takut merubah
fithrah ini menjadi nafsu. Aku takut kian hari rasa yang ku simpan ini menjadi
rasa ingin memiliki. Aku menahan, menahan sampai aku bisa mengontrol diriku.
Lama kelamaan,
aku semakin bisa mengontrolnya. Meski rindu terus menyapa. Meski jarak terus
terasa menyiksa. Tapi inilah ketawakalan. Aku tak ingin mendahului takdir-Nya. Jadi
ku putuskan saja untuk diam, bersimpuh di atas sajadah dengan ucapan do’a-do’a
yang ku panjatkan di setiap kesempatan. Ya, benar! Ku panjatkan nama mu di
setiap do’aku. Aku tahu diri ini merasa sangat tak pantas untuk berharap kepada
seseorang yang berakhlak sepertimu, aku pun malu. Malu untuk melanjutkannya,
tapi tak ada salahnya kan jika aku mendo’akanmu? Mendo’akan sambil memantaskan.
Percayalah, jika
semua do’aku memang tak terkabul. Aku akan berhenti dan cepat melupakan
hari-hari bersamamu. Aku tahu itu tak
mudah, tapi dengan ku gantungkan semuanya kepada Allah SWT. semua pasti akan
terasa mudah.
Qurrota A’yun~
Tidak ada komentar:
Posting Komentar