Rabu, 11 Oktober 2017

Aku disini

Angin semakin berhembus kencang
Satu persatu debu tersapu
Siang yang semakin terik
Membuat jalan beraspal semakin panas
Tapi, aku masih disini
Tak peduli seberapa kencang angin
Tak peduli sepanas apa pun hari
Aku masih disini

Menanti seseorang yang sedang mencari
Menanti seseorang yang sedang berlari
Seseorang yang sangat ku puja puja
Seseorang yang sangat ku damba damba

Aku masih disini
Terdiam sembari berdoa
Terdiam sembari mempersiapkan yang akan dibutuhkan
Berharap,
Semoga kamu cepat datang
Datang menjemputku untuk kau pinang

(Ihafa, Okt 17)

Senin, 09 Oktober 2017

Aku Cemburu!

Wahai ukhti,
Ukhti yang menutup aurat sesuai syariat
Ukhti yang menjaga kesucian dengan penuh kesungguhan
Ukhti yang lemah lembut tutur katanya
Ukhti yang menjaga sikapnya
Aku cemburu.

Aku cemburu,
Melihat kalian yang lebih baik dariku
Melihat kalian yang jauh lebih muslimah dariku
Melihat kalian yang lebih sholehah dariku
Aku sangat cemburu,
Benar-benar cemburu.

Kalian yang berusaha lebih memantaskan diri dihadapanNya,
Kalian yang berusaha istiqomahkan pada jalan kebenaran.
Kalian yang lebih sibuk dengan urusan akhirat
Aku cemburu.

Sedangkan aku disini,
masih berada di jalan yang jauh
Jalan yang jauh dari kebenaran
Jalan yang jauh dari ketulusan
Jalan yang jauh dari keridhaan

Aku baru saja memulai langkahku
Langkah yang sangat berat
Langkah yang sangat sulit untuk dilewati
Langkah menuju kebenaran
Langkah yang seharusnya ku tempuh dari jauh-jauh hari

Aku cemburu!
Melihat kalian yang sekarang sudah berada pada zona nyaman
Melihat kalian yang sekarang sudah tentram
Melihat amalan kalian yang sudah banyak
Melihat ibadah kalian yang semakin khusyuk

Sedangkan aku?
Aku masih terdiam disini
Meniti jalan demi jalan
Untuk sampai jalan yang kalian tapaki sekarang.

Wahai Ukhti,
Aku cemburu.

(Ihafa, Oktober 2017)

Coretan hatiku

Cinta yang Sesungguhnya
(ihafa, 2017)

Sebelumnya mohon maaf,
jika aku sudah berani membicarakan cinta,
padahal usia masih belia untuk bicara

Ini hanya sebuah tulisan

Cinta...
Bicara soal "Cinta"
Aku pernah mengalaminya beberapa kali dengan beberapa orang.
Orang itu datang kepadaku dengan beribu "Kata Cinta"
Ya, awalnya kuharap mereka benar-benar serius mewujudkan kata-kata yang sudah mereka sampaikan.

Tapi nyatanya?
Nol.
Malah sakit yang melanda hatiku.
Sakit yang selalu ku rasa, saat mereka berani mengatakan "Aku Cinta Kamu",
tapi nyatanya semu.

Setiap kata cinta yang terlontar dari mulut mereka, hanyalah permainan lidah belaka.
Mereka mengatakannya supaya orang yang mereka cinta juga semakin cinta pada dirinya.

Aku tak faham,
Sungguh!
Untuk apa mereka mengatakannya?
Untuk apa mereka membuat orang berangan-angan tentang Cinta?
Hanya untuk mencari kesenangan sementara?
ataukah ada maksud lain?

 Dan setelah mereka berhasil membuat orang lain terbang terbawa angan-angan dari perkataan mereka itu.
mereka malah membiarkannya.
Pergi, tanpa rasa tanggung jawab.

Jadi, untuk apa semua itu?

Dan,
Itulah Cinta yang Semu.
Datang seketika, Pergi secepat mungkin.
Jangan sakit,
Jangan gelisah,
Kendalikan perasaanmu.
Mari sini..


Aku kenalkan Cinta yang Sesungguhnya
Cinta yang sesungguhnya hanyalah Cinta pada sang khaliq
Sebuah hubungan yang tidak pernah merasakan sakit hati
Hubungan yang tentram
Hubungan yang istimewa
Hubungan yang begitu indah
Itulah Cinta yang Sesungguhnya


Masih mau percaya kata cinta yang dilontarkan oleh banyak orang?
Cinta bukan seperti itu.
Jika Cinta maka akan ada pembuktian yang nyata, yakni Pernikahan.

Sesungguhnya Cinta yang murni kepada setiap makhluk akan didapat melalui Pernikahan, sebuah ikatan suci.

Calon Imamku Hafizh?

Hai, calon imam. Bagaimana kabarmu? Kabar hatimu? Kabar pendidikanmu? Dan kabar hafalanmu? Baik kah? Semoga saja ya. Maaf a...