Senin, 26 Maret 2018


Entah sebuah rasa apa ini. Rasa yang bisa di bilang sering ku rasakan.  Tapi, kali ini sangat berbeda. Rasa yang menusuk, rasa yang kian hari makin membara. Inikah cinta? ah, entahlah!
Cinta itu memang jelas Fithrah dari Allah SWT. bagaimana kitanya saja yang membawa fithrah itu ke jalan benarkah atau ke jalan salahkah?
Aku merasakan ada hal yang aneh. Hal yang sulit ku ungkapan. Tapi aku pun takut, takut merubah fithrah ini menjadi nafsu. Aku takut kian hari rasa yang ku simpan ini menjadi rasa ingin memiliki. Aku menahan, menahan sampai aku bisa mengontrol diriku.
Lama kelamaan, aku semakin bisa mengontrolnya. Meski rindu terus menyapa. Meski jarak terus terasa menyiksa. Tapi inilah ketawakalan. Aku tak ingin mendahului takdir-Nya. Jadi ku putuskan saja untuk diam, bersimpuh di atas sajadah dengan ucapan do’a-do’a yang ku panjatkan di setiap kesempatan. Ya, benar! Ku panjatkan nama mu di setiap do’aku. Aku tahu diri ini merasa sangat tak pantas untuk berharap kepada seseorang yang berakhlak sepertimu, aku pun malu. Malu untuk melanjutkannya, tapi tak ada salahnya kan jika aku mendo’akanmu? Mendo’akan sambil memantaskan.
Percayalah, jika semua do’aku memang tak terkabul. Aku akan berhenti dan cepat melupakan hari-hari bersamamu.  Aku tahu itu tak mudah, tapi dengan ku gantungkan semuanya kepada Allah SWT. semua pasti akan terasa mudah.


Qurrota A’yun~

Calon Imamku Hafizh?

Hai, calon imam. Bagaimana kabarmu? Kabar hatimu? Kabar pendidikanmu? Dan kabar hafalanmu? Baik kah? Semoga saja ya. Maaf a...